
PATI, JurnalJateng.net — Upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Pati terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati. Melalui Bidang Bina Marga, pekerjaan rehabilitasi jalan di ruas Kuwawur–Wegil, Kecamatan Sukolilo, serta Galiran–Batas Kabupaten Kudus kini telah rampung dikerjakan.
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dan belum tersentuh penanganan secara menyeluruh. Setelah dilakukan rehabilitasi, kondisi jalan kini lebih baik dan permukaannya lebih mulus sehingga diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas masyarakat.
Kepala DPUTR Kabupaten Pati, Riyoso, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Hasto Utomo, menangani program rehabilitasi tersebut dengan pekerjaan konstruksi berupa rabat beton dan pelapisan aspal sesuai kebutuhan masing-masing ruas jalan.
Berdasarkan data pekerjaan, rehabilitasi ruas Kuwawur–Wegil memiliki panjang sekitar 1,84 kilometer dengan lebar bervariasi antara 3 hingga 4 meter. Sementara itu, ruas Galiran–Batas Kabupaten Kudus memiliki panjang sekitar 2,8 kilometer dengan lebar jalan antara 3,5 hingga 4 meter.
Pada ruas Kuwawur–Wegil, konstruksi menggunakan beton dengan spesifikasi kuat lentur atau flexural strength (FS) 45 setebal 15 sentimeter, disertai lapisan aspal AC-BC setebal sekitar 5–7 sentimeter. Adapun pada ruas Galiran–Batas Kabupaten Kudus, pekerjaan pelapisan menggunakan aspal hotmix AC-BC dengan ketebalan sekitar 5–7 sentimeter.
Pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp6,85 miliar dan dilaksanakan oleh CV Karya Bangun. Berdasarkan data kegiatan, waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 120 hari kerja.
Rampungnya pekerjaan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan yang setiap hari melintasi kedua ruas tersebut. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan berkendara, mendukung mobilitas warga, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan kegiatan perekonomian masyarakat setempat.
Perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, terutama bagi masyarakat di kawasan perdesaan yang mengandalkan akses jalan sebagai jalur utama untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan selesainya rehabilitasi ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan akses jalan secara lebih nyaman, sekaligus bersama-sama menjaga kondisi jalan agar tetap baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang. (Red)