Jurnaljateng.net – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pati terus menjadi perhatian Laskar Pangan Indonesia (LPI). Organisasi tersebut menempatkan sektor pertanian dan keberadaan petani sebagai salah satu bagian penting dalam mendorong kemandirian pangan di tingkat daerah.‎‎ Salah satu figur yang ditampilkan dalam publikasi LPI Pati adalah Subandi, yang tercatat sebagai Wakil Ketua DPC Laskar Pangan Indonesia Kabupaten Pati.‎‎ Melalui gerakannya, LPI Pati mengusung semangat membangun kolaborasi dengan petani sekaligus memperkuat sektor pangan dan perekonomian masyarakat desa.‎‎ Pesan yang dibawa organisasi tersebut dirangkum dalam tagline “Bersama Petani Menuju Ketahanan Pangan.”‎‎‎ Ketahanan pangan pada dasarnya tidak sebatas memastikan bahan pangan tersedia. Di dalamnya terdapat berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari kondisi petani, produktivitas pertanian, distribusi hasil produksi, perekonomian masyarakat desa hingga keberlangsungan usaha tani.‎‎ Atas dasar itu, organisasi yang bergerak di bidang pangan memiliki ruang untuk mengambil peran lebih luas. Pendampingan kepada petani, menyerap dan menyampaikan aspirasi, serta ikut mengawal kebijakan yang berkaitan dengan sektor pertanian menjadi bagian yang dapat menentukan kebermanfaatan gerakan tersebut.‎‎ LPI Pati sendiri membawa beberapa agenda, antara lain membangun sinergi bersama petani, memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan ikut memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.‎‎ ‎ Dalam materi publikasi LPI Pati, Subandi ditampilkan dengan membawa identitas organisasi serta latar yang menonjolkan sektor pertanian. Sebagai Wakil Ketua DPC LPI Kabupaten Pati, keberadaannya turut menjadi bagian dari upaya organisasi menyampaikan gagasan mengenai penguatan pangan di daerah.‎‎ Peran tersebut tentunya tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan melalui publikasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana gagasan yang dibawa organisasi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan dan kerja nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya para petani.‎‎ Di lapangan, petani masih membutuhkan berbagai bentuk dukungan, seperti akses terhadap informasi dan sumber daya, pendampingan, kepastian usaha, serta kebijakan yang dapat menjaga keberlanjutan sektor pertanian.‎‎ Dengan demikian, semangat “Bersama Petani” yang diusung LPI Pati menjadi sebuah komitmen yang perlu diwujudkan melalui langkah konkret. Sejauh mana pesan tersebut dapat hadir dalam menjawab persoalan pangan dan kebutuhan petani di Kabupaten Pati, pada akhirnya akan terlihat dari aktivitas dan kontribusi nyata organisasi di tengah masyarakat. (Hang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *